Sabtu, 26 November 2016

GNB, masih perlu?

ini kata orang-orang
Re: Masih Relevankah Gerakan Non Blok Saat ini?
masih.. karena ancaman perang akan terus terjadi



Re: Masih Relevankah Gerakan Non Blok Saat ini?
Untuk tujuan awal jelas udah nggak relevan karena perang dingin udah lama berakhir. Tapi untuk tujuan yang lain tentu masih sangat relevan. Prinsip dasar GNB dapat diaplikasikan pada rentang waktu yang tidak terbatas karena menyoal kepada peran aktif negara dalam politik internasional. Sebagai contoh, visi GNB dapat diperbarui untuk mengarah kepada kerjasama ekonomi internasional dan peningkatan potensi ekonomi anggota GNB. Pun, masalah-masalah yang diperhatikan GNB dapat lebih meluas saat ini karena adanya isu-isu keamanan non tradisional seperti kemiskinan, lingkungan hidup, dan teknologi informasi dan komunikasi, serta terorisme. Semuanya inilah yang perlu selalu dimasukkan dalam visi baru GNB sehingga dengan demikian, relevansi GNB di era sekarang tetap terlihat.

GNB masih relevan sampai sekarang karena sudah memiliki karakter politik sendiri dan kedudukannya sudah kuat. GNB merupakan kekuatan multipolar dan senantiasa menolak sistem bipolar yang merupakan ideologi utama semasa Perang Dingin berlangsung. Saat ini, ada beberapa perubahan yang dirasakan perlu menyangkut visi dan program GNB pasca perang Dingin, namun tidak sampai membuat relevansi GNB berkurang. Bahkan, keanggotan semakin bertambah dengan bergabungnya negara-negara yang baru merdeka di Afrika.


Re: Masih Relevankah Gerakan Non Blok Saat ini?
menurutku udah ga relevan lagi ya.....GNB udah ga terdengar kiprahnya di dunia internasional dech akhir2 ini




GNB, adalah persatuan negara-negara berkembang yang baru merdeka pada 1961 pada KTT pertama GNB di Beograd, Yugoslavia dengan jumlah anggota hanya 25 negara dari kawasan Asia dan Afrika yang ditujukan untuk menggalang solidaritas, menumbuhkan rasa percaya diri serta untuk menyatukan visi.

Negara-negara yang baru merdeka pada saat itu, termasuk Indonesia, dihadapkan pada ancaman perang besar yaitu perang nuklir. Selain itu, juga terdapat persoalan-persoalan sosial dan ekonomi, seperti keterbelakangan dan kemiskinan karena penjajahan.



Tujuan GNB semula adalah untuk meredakan perang dingin dan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet). Namun kemudian berkembang meliputi kerja sama antarbangsa pada bidang-bidang lainnya.


;lah, sekarang kan udah gak ada perang dingin lagi, udah gak ada blok timur dan blok barat lagi, emang masih perlu?


prinsip-prinsip perjuangan dari GNB yang diarahkan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan pembangunan kesejahteraan bagi negara-negara anggotanya.






"Kita tidak akan pernah bisa membangun apabila tidak ada perdamaian dunia. Artinya pembangunan harus dan hanya bisa dilakukan apabila terdapat dunia yang aman, yang tenteram, dan damai, demikian pula sebaliknya," ujar Andri.







Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemeterian Luar Negeri, Andri Hadi menjelaskan GNB hanya sebuah gerakan, bukan organisasi karena tidak memiliki sekretariat dan sifatnya juga tidak mengikat diantara negara anggotanya. Andri Hadi menjelaskan hal itu di sela-sela rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Menteri GNB ke-16 di Nusa Dua, Bali.




sebagai salah satu pendiri, dicetuskan oleh moh. Hatta, Indonesia berusaha membuktikan bahwa GNB masih sangat relevan di abad 21 ini.

sebagai sebuah gerakan, GNB harus terus bergerak ditengah-tengah dinamika dunia internasional saat ini. Apa yang telah menjadi tema perjuangan GNB sejak 1961 sampai tahun 1990 masih tetap relevan karena keterbelakangan serta kesenjangan ekonomi dan pembangunan masih tetap menjadi permasalahan saat ini.Dtambah lagi, isu menonjol yang terkait dengan masalah terorisme, merebaknya konflik intra dan antar negara, pelucutan senjata, serta dampak globalisasi di bidang ekonomi dan informasi teknologi. Isu-isu tersebut telah menjadikan GNB perlu menyesuaikan kebijakan dan perjuangannya yang dalam konteks ini GNB memandang perannya tidak hanya sebagai obyek, tetapi sebagai mitra seimbang dan bagian dari solusi masalah dunia.







Faizasyah menegaskan, tanda bahwa Gerakan Non Blok (GNB) masih relevan adalah jumlah negara anggota yang terus bertambah yaitu Fiji dan Azerbaijan. "Jumlah keanggotaan gerakan ini meningkat meski perang dingin sudah berakhir," katanya.




Selain itu, relevansi GNB juga bisa dilihat dari semangat para pejabat negara anggota dalam menghadiri Konferensi Tingkat Menteri (KTM) di Bali. Menurut Faizasyah, 120 negara anggota (termasuk kedua anggota baru) GNB menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan KTM di Bali.



































Saling menyiapkan strategi

okey kawan, postingan selanjutnya adalah sikap dan tindakan negara anggota KAA dalam mengghadapi persaingan ekonomi global. baca dulu yuk cuplikannya dari http://www.enciety.co/2016-indonesia-dan-india-bakal-jadi-kiblat-ekonomi-global/

2016, Indonesia dan India Bakal Jadi Kiblat Ekonomi Global

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya memprediksi pada tahun 2016 mendatang perekonomian dunia akan sangat dipengaruhi oleh kemajuan ekonomi Indonesia dan India. Hal itu dikarenakan keduanya memiliki pasar yang besar terutama di ASEAN.

“Indonesia juga memilki potensi bahan baku yang melimpah. Sedangkan India mulai konsen dalam pengembangan teknologi,” ungkap Kresnayana Yahya pada acara Indonesia Ekonomi Outlook 2016 di Papilio Hotel, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (11/2/2016) malam.

Ia lalu mengungkapkan, saat ini China mengalami kemunduran dalam ekspor. Sebelumnya, angka ekspor China sekitar 70 persen, sekarang turun menjadi sekitar 35 persen. Penurunan ini disebabkan lesunya perekonomian dunia pada tahun 2015 lalu.

Menurut pakar statistika ITS Surabaya itu, Indonesia harus waspada dalam menghadapi persaingan ekonomi global dia era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku tahun ini.

“Yang kita hadapi bukan lagi secara ekonomi saja, namun persaingan global yang harus kita diwaspadai. Contohnya Vietnam dan Filipina, kedua negara yang bakal menjadi pesaing Indonesia itu telah mempelajari bahasa hingga kebudayaan kita,” papar dia.

Kata Kresnayana, kedua negara tersebut memiliki kelemahan dalam nilai tawar perekonomiannya. Contohnya Philiphina, memang negara tersebut pada tahun 2015 lalu perekonomiannya tumbuh sekitar 6 persen, namun mereka punya pasar yang kuat dan sebesar Indonesia.

“Mereka hanya memiliki populasi penduduk sekitar 70 juta, sangat jauh jika dibandingkan dengan populasi penduduk Indonesia,” sebut dia.

Di sisi lain, sambung Kresnayana, Kamboja, Laos dan Myanmar kini telah menyiapkan strategi ekonomi yang luar biasa dalam menghadapi MEA. Ketiga negara tersebut telah membuat kebijakan yang sangat menarik dengan memberikan kebebasan kepada pihak asing dapat membuka pabrik di negara mereka.

“Ketiga negara tersebut membebaskan pajak selama tiga tahun terakhir bagi pihak asing yang ingin berinvestasi dengan membuka pabrik di negara mereka,” pungkas dia. (wh)

udah baca kan nah sekarang hanum mau ceritain sedikit strategi nya india dan china 
hanum baca dari penelitian seseorang nih, tapi bahasanya terlalu tinggi dan hanum bukan orang ekonomi tapi intinya mah China dan India tuh 
sangat terbuka perekonomiannya, negara ini membiarkan banyak investor berinvestasi di negara mereka.
Realokasi sektoral factor produksi, dari sektor produktivitas rendah terhadap sektor produktivitas yang tinggi. Maksudnya itu, dari yang tadinya mengekspor barang-barang mentah atau setengah jadi sekarang menjadi barang-barang siap pakai dan bernilai lebih tinggi. Misalnya, volume dari barang-barang manufaktur pada ekspor barang dagangan Negara-negara Asia pada tahun 2007 adalah sebesar 84%, bahkan lebih besar dari volume yang sesuai dari negara-negara Eropa (80%) atau Amerika Utara (77%).Dan yang terkenal adalah China telah menjadi produsen hardware komputer khusus, India telah lebih terfokus pada produksi perangkat lunak, dan lebih umumnya pada jasa layanan.

Sedia Payung sebelum hadapi MEA

Hasil gambar untuk mea
Assalamu'alaikum guys... hehehehe besok uas, tapi aku teringat sesuatu.. ahh iya tugas pak Erwin.. aku gaboleh lupakan tugas terakhir yang dikasih Pa Erwin,  yahhh gak diajar bapak lagi. OKE daripada kelamaan mending langsung aja,
MEA? apaan sih?
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan realisasi pasar bebas di Asia Tenggara yang telah dilakukan secara bertahap mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992.

untuk apa?
Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antar negara ASEAN.

apa dampaknya?
Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa

  • aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, 
  •  arus bebas jasa
  • arus bebas investasi
  •  arus tenaga kerja terampil
  • arus bebas modal
Hal-hal tersebut tentunya dapat berakibat positif atau negative bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu dari sisi pemerintah juga dilakukan strategi dan langkah-langkah agar Indonesia siap dan dapat memanfaatkan momentum MEA.

dalam menghadapi MEA, Pemerintah Indonesia menyiapkan respon kebijakan yang berkaitan dengan Pengembangan Industri Nasional, Pengembangan Infrastruktur, Pengembangan Logistik, Pengembangan Investasi, dan Pengembangan Perdagangan (www.fiskal.depkeu.go.id).

Pemerintah berusaha mengubah paradigma kebijakan yang lebih mengarah ke kewirausahaan dengan mengedepankan kepentingan nasional. Maka dengan momentum MEA ini sudah tiba saatnya pemerintah Indonesia mengubah pola pikir lama yang cenderung birokratis dengan pola pikir entrepreneurship yang lebih taktis, efektif dan efisien. Sebagai contohnya adalah kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 300 triliun (US$ 30 miliar) yang kurang produktif diarahkan kepada pembiayayaan yang lebih produktif misalnya investasi infrastruktur.


Dalam bidang pendidikan
, Pemerintah juga dapat melakukan pengembangan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan MEA. Pendidikan sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi jawaban terhadap kebutuhan sumber daya manusia. Oleh karena itu meningkatkan standar mutu sekolah menjadi keharusan agar lulusannya siap menghadapi persaingan.
Kegiatan sosialisasi pada masyarakat juga harus ditingkatkan misalnya dengan Iklan Layanan Masyarakat tentang MEA yang berusaha menambah kesiapan masyarakat menghadapinya.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, meningkatkan standar mutu pendidikan salah satunya dengan menguatkan aktor pendidikan, yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua. Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah menjadi kunci tumbuhnya ekosistem pendidikan yang baik. Guru juga perlu dilatih dengan metode yang tepat, yaitu mengubah pola pikir guru.

Dalam bidang Perindustrian, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga memaparkan strategi Kementrian Perindustrian menghadapi MEA yaitu dengan strategi ofensif dan defensif.
Strategi ofensif yang dimaksud meliputi penyiapan produk-produk unggulan. Dari pemetaan Kemenperin, produk unggulan dimaksud adalah industri agro seperti kakao, karet, minyak sawit, tekstil dan produk tekstil, alas kaki kulit, mebel, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, otomotif, mesin dan peralatan, serta produk logam, besi, dan baja.
strategi defensive dilakukan melalui penyusunan Standar Nasional Indonesia untuk produk-produk manufaktur.(www.kemenperin.go.id)

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel punya langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2019. Salah satunya adalah mencanangkan Nawa Cita Kementerian Perdagangan, dengan menetapkan target ekspor sebesar tiga kali lipat selama lima tahun ke depan. Cara tersebut bisa dilakukan dengan membangun 5.000 pasar, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Adapun target ekspor pada 2015 dibidik sebesar US$192,5 miliar. Selanjutnya pemerintah juga menyiapkan strategi subsititusi impor untuk meningkatkan ekspor, dan memberi nilai tambah produk dalam negeri. Pada saat ini 65 persen ekspor produk Indonesia masih mengandalkan komoditas mentah.Pemerintah berusaha membalik struktur ekspor ini yaitu dari komoditi primer ke manufaktur, dengan komposisi 35 persen komoditas dan 65 persen manufaktur. Oleh karena itu, industri manufaktur diharapkan tumbuh dan fokus pada peningkatan kapasitas produksi, untuk meningkatkan ekspor sampai 2019.

Pemerintah juga mendekati industri yang berpotensi menyumbang peningkatan ekspor, misalnya industri otomotif. Diketahui, industri otomotif berencana mengekspor 50 ribu sepeda motor ke Filipina. Kementerian Perdagangan juga mendorong sektor mebel untuk semakin menggenjot ekspornya. Selain itu, sektor perikanan juga memberikan optimisme terhadap peningkatan ekspor Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperkuat produk UKM dengan membina melalui kemasan, sertifikasi halal, pendaftaran merek, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Lalu, mereka juga memfasilitasi pelaku UKM dalam pameran berskala internasional. Melalui fasilitas itu, Kementerian Perdagangan berharap, produk serta merek yang dibangun oleh pelaku UKM di Indonesia dapat dikenal secara global.

nah, jadi begitu kawan, strategi yang sudah disiapkan pemerintah. Semoga sih, rencana-rencana itu bener-bener dijalankan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Kalau masalah berhasil apa enggaknya itu mah belakangan, yang penting kita sudah merencanakan dan melakukan yang terbaik.

*arti kata
manufaktur:suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.

sumberhttp://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia

Minggu, 06 November 2016

REFORMASI

Assalamu’alaikum kawannn... uhh kangen dehh, sang tuan rumah kembali lagi nih buat curhat cerita tentang reformasi.
Langsung aja deh gaperlu basa-basi,
Jadi, apa itu REFORMASI?? Hanum bingung nih waktu di kelas sejarah, Pa Erwin nanya apa itu Reformasi?? Di benak ku berpikir; re artinya kembali atau mengulang #inget kata remedial kalau ngulang lagi reremedial :D terus formasi inget PBB ‘Buka Formasi!’ ‘Siap!!’ mungkin barisan atau bentuk susunan apa mungkin kalau digabungin artinya membentuk lagi barisan?!? Aku ga pede nih, jadi ku memilih untuk diam seribu bahasa. Hanya melirik-lirik kawan di sebelah dan memperhatikan sekitar. Tiba-tiba Yafi menjawab. Jawaban yang ia jelaskan sama seperti ada yang dipikiran ku dan kata Pa Erwin itu sudah lumayan benar. Terus Pa Erwin  nanya lagi, apa bedanya sama revolusi. Terus kata si A.H Nasution (Miftah Rizki Al Hamidi Nasution) kalo revolusi itu perubahan menyeluruh tapi kalau reformasi hanya mengubah sedikit dan memperbaiki.terus latar belakang munculnya era reformasi intinya mah pengen nurunin presiden, tapi mahasiswa tuh belum tau solusi nya gimana dan rencana nya gimana.

Ini definisi reformasi dan revolusi dari wikipedia

Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa.
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.

lalu Kawan, ketika masyarakat sadar bahwa ada suatu kondisi yang lebih baik dari semula maka keinginan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik tersebut menjadi suatu cita-cita. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan perubahan tersebut. Bermunculanlah beberapa tokoh perubahan yang menyebut dirinya reformis. Mereka melakukan perubahan dalam tatanan masyarakat tanpa merubah sistem yang ada, hanya memperbaiki kelemahan sistem tersebut. Disisi lain ada pula sebagian kelompok yang hendak melakukan perubahan secara sistematis dan sekaligus merubah tatanan sistem yang ada. Inilah kaum revolusioner yang ingin melakukan perubahan yang menyeluruh, dan Hanum sendiri bingung sebenernya Indonesia itu harus revolusi atau reformasi? habisnya...kaum reformis manganggap kaum revolusioner hanya akan memakan banyak korban dalam melakukan perubahan. Sedangkan kaum revolusioner berkeyakinan bahwa kaum reformis hanyalah membuang-buang waktu. Bahkan jika dulu para pejuang kemerdekaan kita hanya melakukan reformasi maka tidak mungkin kita akan lepas dari penjajahan mencapai kemerdekaan seperti sekarang.

Oke, beralih dari itu yuk kita coba intip dulu dampak negatif adanya reformasi

dampak negatif dari reformasi 1998

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi.
Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika.
Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat.
Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

dampak positif dari reformasi 1998

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. 
Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis. Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.

Sebenernyaa sih point penting dari dampak era reformasi itu yang menjadi ciri khas nya adalah "Kita diberi kebebasan, tapi jangan kebablasan" pers dan rakyat udah diberi kebebasan dan hak demokrasi ya sepatutnyalah kita gunakan hak itu dengan bijaksana, kalau mau kritik pemerintah dan berdemonstrasi, ya kasih solusi juga dong buat pemerintah. Jangan koment nya doang.. hehehe terus kita jangan cuma bisa nyalahin pemerintah. coba cari akar permasalahannya. Bisa aja masyaraatnya juga yang salah. Emang nya gampang apa jadi pemerintah. hehehe ampun, jadi baper nih..

Jumat, 19 Agustus 2016

Soeprijadi ditemukan??

Sejarah Supriyadi Dibelokkan Rezim Orde Baru

KAMIS, 14 AGUSTUS 2008 | 14:18 WIB



TEMPO Interaktif, Jakarta:{ size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->: Bahtiar Setyo Wicaksono, salah satu cucu Andaryoko Wisnu Prabu, mengungkapkan siapa sejatinya kakek 88 tahun yang mengaku sebagai Supriyadi, pejuang Peta di Blitar, Jawa Timur. Bahtiar adalah cucu Andaryoko yang tinggal serumah dan selalu menyertai kakeknya ke manapun pergi. Berikut wawancara Sohirin dari Tempodengan pria 33 tahun tersebut.

Sejak kapan Andaryoko mengungkapkan dirinya seorang Supriyadi?
Sejak 2003, eyang mengumpulkan anak cucunya. Saat itu Senin Pahing di rumah eyang. Eyang memang suka bercerita tentang zaman revolusi.

Keluarga langsung percaya?

Tidak. Bahkan menganggap eyang bergurau. Tapi dari beberapa kesempatan, eyang terus meyakinkan kami.

Apa yang kemudian membuat keluarga menjadi percaya?

Suatu ketika eyang mengajak saya membuktikan bahwa dirinya Supriyadi, yaitu datang ke museum Supriyadi di Blitar. Di sana eyang mengatakan bahwa foto Supriyadi yang dipasang di museum bukan foto asli. Tapi memang sangat mirip dengan foto eyang.
Saya juga diajak menemui perempuan tua di Sragen. Menurut eyang perempuan tersebut adalah Sarinah, mantan pembantu Bung Karno. Ibu Sarinah sudah pikun. Kemudian saya diajak menemui Letnan Jenderal Marinir Chaerul Fathullah, mantan ajudan Bung Karno, yang tinggal di Kroya, Cilacap. Usia Pak Chaerul 115 tahun, tapi belum pikun.

Pak Chaerul memanggil eyang dengan sapaan Dik Sup. Pak Chaerul bercerita saat Bung Karno dan beberapa tokoh kemerdekaan berkumpul di Rengas Dengklok, datanglah beberapa serdadu Jepang. Saat itu Pak Chaerul sudah menyiapkan senjata untuk menembak serdadu Jepang. Kata Pak Chaerul: Untung Dik Sup mengingatkan saya, sehingga saya tidak jadi menembak.

Suatu hari Pak Baskara (pengarang buku Kesaksian Supriyadi) mempertemukan eyang dengan Sukarjo Wilarjito (mantan pembantu Bung Karno) pengarang buku "Mereka Menodong Bung Karno". Pak Baskara bertanya kepada Pak Wilarjito apakah kenal dengan Andaryoko. Pak Wilarjito berkata, "Siapa ya.. kok wajahnya tidak asing...Oh, Kang Sup ya...". Pak Wilarjito memanggil eyang dengan sapaan Kang Sup.

Ada bukti lain yang makin menyakinkan keluarga?

Dengan data dan peristiwa tersebut, saya dan keluarga sangat yakin. Sebetulnya eyang masih mempunyai satu saksi kunci yang masih hidup, tapi kata eyang, belum saatnya disebutkan sekarang.

Siapa saksi kunci tersebut?

Eyang eyang masih merahasiakannya, tapi dia adalah bekas anak buah eyang di pasukan Peta.

Sebelumnya sudah ada yang mengaku sebagai Supriyadi?

Awalnya kami juga mengingatkan eyang, jangan mengaku-ngaku. Tapi eyang terus membuktikan dirinya Supriyadi. Eyang mengatakan bahwa semua itu palsu. Bahkan pernah bilang suatu saat yang asli akan muncul betulan.

Pengakuannya sebagai Supriyadi menimbulkan polemik?

Sadar degan sesadar-sadarnya. Tapi eyang selalu bilang bahwa hal ini dilakukan untuk meluruskan sejarah bangsa. Orang lain mau percaya atau tidak, tidak peduli. Yang penting tugas meluruskan sejarah sebagaimana yang diamanatkan Bung Karno sudah dilaksanakan. Eyang juga tidak mau diangkat sebagai pahlawan.

Kenapa baru diceriterakan sekarang?

Setiap kali saya menanyakan itu, saya selalu dimarahi. Eyang balik bertanya: Kamu itu goblok atau memang tidak tahu?. Beliau menyelamatkan diri dari kejaran Jepang, bersembunyi di hutan hingga beberapa bulan. Lalu menemui Bung Karno untuk minta petunjuk. Bung Karno menyarankan, suatu saat eyang harus menceritakan sejarah yang sebenarnya. Bung Karno dilengserkan Soeharto. Kalau mengaku saat Soeharto masih hidup, pasti akan ditahan.

Artinya sejarah Supriyadi sengaja dibelokkan seolah-olah sudah meninggal?

Kata eyang sengaja dibelokkan oleh rezim Orde Baru.

Bagaimana dengan pengakuan Ki Oetomo (adik tiri Supriyadi) yang menyatakan bahwa Supriyadi sudah meninggal?

Eyang siap untuk diverifikasi dan ditemukan dengan orang yang mengaku keluarga Supriyadi.


Sebenernya alasan ku mengidolakan Supriyadi bukan hanya namanya sama seperti nama ayah. Tapi, aku sungguh kagum kalo memang ternyata beliau masih hidup. Beliau memang benar-benar menaati janjinya. Dia sungguh ikhlas berkorban untuk Indonesia padahal Soekarno mengangkatnya menjadi Menteri keamanan rakyat. Walaupun sebenarnya, pasti Bapak Soeprijadi merasa sangat sedih, teman-temannya dihukum mati oleh Jepang, sedangkan ia lari dan mengamankan dirinya. Oke, tapi keberanian nya sungguh luar biasa kawan. Padahal dia kan bisa militer karena diajarin Jepang. Beliau Juga sudah menjadi anak buah yang dipercaya oleh Jepang. Tapi beliau berani bersusah payah dan mengambil resiko untuk menentang Jepang. Walau ayah ku ga berhasil jadi tentara, tapi menurut ku ayah tetaplah seorang pahlawan di hatiku. 

pahlawan ku, yang masih jadi misteri




Assalamuálaikum para pengunjung blog ku!! #kaya iya ada yang mau mengunjungi :|

tugas berikutnya dari pak Erwin.. posting blog tentang pahlawan pejuang kemerdekaan. Aku merenung sejenak, berpikir-berpikir dan terus berpikir. Ahaaa !! muncullah satu nama di lubuk hati yang paling dalam. Dia lah, ayah ku... yehetttt

hehehe percaya gan kalau ayah ku pejuang? kaya nya gabakalan ada yang percaya deh. hehehe kalau ayahnya pejuang masa anaknya begini, #malu aku T_T

jadi pahlawan yang saya idolakan adalah Shodanco Suprijadi, mau tau alesannya kenapa seorang Hanum mengidolakan beliau? karena ........................ namanya sama kaya nama ayah,, hehehehe dan dulu ayah mau jadi tentara, cuma ga lolos tes.. wkwkwk

udah ah intermezzonya... mending kita langsung aja..





Soeprijadi

Soeprijadi lahir pada tanggal 13 april 1923 di Jawa Timur yang ketika itu masih dalam masa kependudukan Hindia Belanda.
Ayahnya bernama Raden Darmadi
Supriyadi diketahui merupakan putra pertama dari pasangan Raden Darmadi yang dikenal sebagai Bupati Blitar saat kemerdekaan Indonesia dan Raden Roro Rahayu yang merupakan keturunan bangsawan yang wafat ketika Supriyadi masih kecil dan kemudian diasuh oleh ibu tirinya yang bernama Susilih. Ia mempunyai 12 saudara. Supriyadi mulai mengenyam pendidikan pertamanya dengan bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School) yang setara dengan sekolah dasar.
Tamat dari sana, ia kemudian masuk sekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang setingkat SMP. Dari situ ia kemudian melanjutkan pendidikannya di MOSVIA (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren) yang merupakan sekolah untuk kaum bangsawan yang dididik untuk menjadi pegawai pemerintahan atau pamong praja pada masa kolonial Belanda. Namun belum lulus dari sekolah tersebut, tentara Jepang kemudian menduduki Indonesia.


Supriyadi Bergabung Dengan Tentara PETA
Supriyadi kemudian bersekolah di SMT (Sekolah Menengah Tinggi) dan juga ikut dalam latihan militer yang diadakan oleh Jepang yang dikenal dengan nama Seinindojo di wilayah Tangerang. Tahun 1943, Ketika Jepang mulai membentuk pasukan PETA (Pembela Tanah Air) yang pasukannya terdiri dari pemuda Indonesia, Supriyadi kemudian ikut masuk. Dengan latihan militer yang keras yang diikuti oleh Supriyadi, membuat ia kemudian mendapat pangkat sebagai Komandan Peleton atau Shodancho yang kemudian dikenal dengan sebutan Shodancho Supriyadi.

Oleh Jepang, Supriyadi kemudian ditugaskan di Blitar, Jawa Timur. Ia membawahi pasukan Peleton I dan Kompi III yang bertugas memberi bantuan senjata berat. Selain itu Supriyadi juga ditugaskan untuk mengawasi para pekerja paksa romusha. Melihat penderitaan berat rakyat Indonesia yang dipaksa bekerja sebagai Romusha membuat Supriyadi kemudian nekat untuk mengadakan pemberontakan yang kemudian dikenal dengan nama pemberontakan PETA di Blitar.


Mulai Mengadakan Rencana Pemberontakan

Supriyadi kemudian mulai mengadakan rencana pemberontakan. Hal pertama yang ia lakukan adalah dengan menghubungi kawan-kawannya sesama tentara PETA untuk mendakan pertemuan rahasia untuk merencanakan pemberontakan pada bulan september 1944. Kawan-kawan supriyadi ketika itu yang ikut seperti Halir Mangkudijaya, Muradi dan Sumanto. Supriyadi sempat berkata dalam pertemuan tersebut :

....Kita sebagai bangsa yang ingin merdeka tidak dapat membiarkan tentara Jepang terus menerus bertindak sewenang-wenang menindas dan memeras rakyat Indonesia. Tentara Jepang yang makin merajaiela itu harus dilawan dengan kekerasan. Apa pun dan bagaimana pun pengorbanan yang diminta untuk mencapai kemerdekaan In­donesia kita harus rela memberikannya. 

....Akibat dan resiko dari perjuangan kita sudah pasti. Paling ringan dihukum tahanan dan paling berat dihukum mati. Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan atau pun gaji yang tinggi. Bagaimana kalau kita mengadakan pemberontakan melawan tentara Jepang?

Dari pertemuan tersebut dilakukan persiapan dengan menghubungi tentara PETA yang lain yang berada di Blitar untuk diajak memberontak. Persiapan yang dilakukan oleh Supriyadi membuat banyak tentara PETA yang ikut untuk memberontak kepada Jepang. Supriyadi juga meminta bantuan tokoh masyarakat untuk membantunya.

Pertemuan untuk merencanakan pemberontakan dilakukan beberapa kali sesuai yang ditulis dalam buku yang berjudul "Tentara Gemblengan Jepang" yang tulis oleh Joyce J Lebra. Segala persiapan dilakukan seperti pembentukan pasukan pemberontakan, pembagian tugas, persiapan logistik, dan lain lain. Semua dilakukan dari tahun 1944 hingga 1945.

Supriyadi bahkan sempat memberitahukan tentang rencana pemberontakan tentara PETA tersebut kepada Ir. Soekarno ketika ia datang ke Blitar namun Soekarno ketika itu menasehati Supriyadi untuk mempertimbangkannya baik-baik sebab resikonya sangat besar namun Supriyadi sangat yakin bahwa pemberontakan tersebut pasti berhasil. Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan tentara PETA yang lain maka ditetapkanlah waktu dan tempat pemberotakan akan dilakukan di Tuban, Jawa Timur.


Jepang Yang Mulai Curiga

Namun pada awal tahun 1945, Jepang melaui mencurigai bahwa akan ada pemberontakan yang akan dilakukan oleh tentara PETA dibawah pimpinan Supriyadi. Oleh karenanya, jepang kemudian membuat berbagi peraturan ketat untuk tentara PETA dan juga mengawasi Supriyadi dan pasukannya. Mengetahui hal tersebut, pertemuan terakhir perencanaan pemberontakan dilakukan. Supriyadi kemudian menggatakan :


...Lebih baik kita mati terhormat melawan tentara Jepang yang sudah jelas bertindak sewenang-wenang terhadap bangsa Indonesia. Lebih baik kita melakukan pemberontakan melawan Jepang sekarang juga. Dengan terjadinya pemberontakan ini besar kemungkinan kemerdeka-an Indonesia akan lebih cepat datangnya.

....Kita mengadakan pemberontakan sekarang juga, tidak lain untuk mencapai kemerdekaan tanah air dengan secepat-cepatnya. Kemerdekaan Indonesia harus kita rebut dengan kekerasan senjata. Sebagai bangsa yang ingin merdeka kita harus berani berjuang dan rela berkorban untuk menghentikan penindasan dan pemerasan yang sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia.


...Akibat dari pemberontakan paling ringan kita dihukum atau disiksa, dan paling berat dibunuh. Dan kita harus mencegah sejauh mungkin jangan sampai berhadapan dengan bangsa sendiri.


Meletusnya Pemberontakan Tentara PETA di Blitar
Semua yang hadir ketika itu kemudian setuju. Bahwa pemberontakan harus segera dilakukan. Pada tanggal 14 februari pukul 03.00 pemberontakan PETA yang dipimpin oleh Supriyadi meletus di Blitar. Tembakan pertama dilakukan dengan menembakkan mortir ke hotel Sakura dimana tempat tersebut banyak ditinggali para perwira

Pasukan PETA yang lain yang ikut memberontak kemudian memutuskan kabel telepon dan kemudian menembaki tentara Jepang yang mereka jumpai di kota Blitar. Tak ketinggalan markas Kenpetai yang banyak berisi perwira Jepang ditembaki dengan menggunakan senapan mesin, namun markas tersebut sudah dikosongkan.

Rupanya Jepang sudah mengetahui bahwa tentara PETA pimpinan Supriyadi akan memberontak. Pemerintah Jepang ketika itu kemudian memerintahkan pesawat terbang Jepang untuk melakukan pengintaian. Langkah selanjutnya Jepang kemudian memanfaatkan para pemimpin tentara PETA yang tidak ikut memberontak untuk membujuk Supriyadi agar menyerah. Dan kemudian mengirimkan pasukan Jepang untuk memadamkan pemberontakan yang dipimpin oleh Supriyadi.

Melihat para pemberontak yang kian terdesak hingga ke hutan Ngancar, Jepang kemudian memerintahkan seorang pimpinan tentara jepang bernama Kolonel Katagiri untuk menemui pimpinan pemberontakan. Katagiri kemudian menemui Muradi pimpinan pemberontakan PETA selain Supriyadi di Sumber Lumbu, Kediri.

Katagiri kemudian meminta kepada Muradi agar menyuruh para pemberontak untuk menghentikan pemberontakan kembali ke markas. Muradi kemudian mengajukan persyaratan bahwa para pemberontak tersebut diampuni dan senjata mereka tidak dilucuti. Katagiri kemudian setuju dan sebagai janjinya Katagiri memberikan pedangnya kepada Muradi sebagai bukti janji seorang samurai.

Pemberontakan Yang Gagal dan Janji Yang Tak Ditepati

Pemberontakan kemudian berhasil dipadamkan oleh jepang, namun Jepang tidak menepati janjinya. Sebanyak 78 perwira PETA yang terlibat dalam pemberontakan diusut oleh Polisi Militer Jepang (Kenpetai) dan senjata mereka kemudian dilucuti Jepang.

Mereka kemudian diadili secara militer dan beberapa pimpinannya dijatuhi hukuman mati oleh Jepang yaitu Muradi, Sunanto, Sudarmo, Suparyono, dan Halir Mangkudijaya yang kemudian dieksekusi mati oleh jepang di pantai Ancol, Jakarta dan sebagian lagi yang memberontak kemudian dipenjara tetapi Supriyadi tidak dihukum mati oleh Jepang karena ia tidak menyerahkan diri setelah pemberontakan.

Nasib Supriyadi Setelah Pemberontakan Selesai.

Setelah pemberontakan tentara PETA berhasil dipadamkan, tidak ada yang mengetahui nasib atau keberadaan Supriyadi, ia menghilang bagai ditelan bumi setelah pemberontakan. Terakhir kali ia terlihat di Dukuh Panceran, Ngancar saat perundingan antara pemberontak dan tentara Jepang menghasilkan kesepakatan. Namun banyak yang meyakini bahwa Supriyadi masih hidup namun bersembunyi dari kejaran tentara Jepang.

Ada juga yang mengatakan bahwa Supriyadi tewas tertembak oleh tentara Jepang ketika pemberontakan berlangsung namun jasadnya tidak pernah ditemukan sama sekali. Inilah yang kemudian masih menjadi misteri sampai sekarang mengenai keberadaan dari Supriyadi yang dikenal sebagai otak atau pimpinan dari pemberontakan tentara PETA di Blitar.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada bulan agustus 1945, pada bulan september, presiden Soekarno kemudian mengangkat Supriyadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat hingga kemudian posisinya digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo sebagai Menteri Keamanan Rakyat. Bahkan Ir. Soekarno ketika itu menunjuk Supriyadi sebagai Panglima Tentara Indonesia namun ia tak pernah muncul dan digantikan oleh Jenderal Sudirman dan keberadaannya masih menjadi misteri.

Untuk menghormati jasa-jasanya, kemudian pemerintah Indonesia melalui presiden Soehartomengangkat Supriyadi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Kepres No. 063/TK/1975 yang ditetapkan pada tanggal 9 agustus 1975.

Nah, itu dia kawan sejarah tentang Soeprijadi. nah, setelah aku searching-searching lagi. Ada seorang Kakek yang mengaku bahwa dia adalah Soeprijadi. Dan kayanya emang bener deh, nih simak kisahnya,

Jumat, 29 Juli 2016

Dampak Positif dan Negatif kependudukan Jepang di Indonesia

Nih kawan, aku dapet googling dampak positif dan negatif pendudukan Jepang di Indonesia. Mungkin kebanyakan dari kita selama ini taunya Jepang menjajah berarti Indonesia bener-bener rugi dan menderita, padahal dampak positif nya juga banyak loh. ini dia:

Politik :

§ Melarang penggunaan bahasa Belanda.

§ Dibentuknya BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dari sini muncullah ide Pancasila.

§ Memberi kesempatan kepada bangsa Indonsia untuk turut mengambil bagian dalam pemerintahan negara. Untuk itu pada tanggal 5 September 1943, Jepang membentuk Badan Pertimbangan Karesidenan (Syu Sangi Kai) dan Badan Pertimbangan Kota Praja Istimewa (Syi Sangi In). Banyak orang Indonesia yang menduduki jabatan-jabatan tinggi dalam pemerintahan.

§ Mendukung semangat anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia. Antara lain menolak pengaruh-pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta.

Ekonomi :

§ Didirikannya kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.

§ Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan.

Budaya :

§ Jepang telah memberikan kebebasan kepada bangsa Indonesia untuk meng-gunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, bahasa komunikasi, bahasa penulisan dan sebagainya. Sebaliknya, bahasa Belanda tidak boleh digunakan. Papan nama dalam toko, rumah makan, atau perusahaan yang berbahasa Belanda diganti dengan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Surat kabar dan film yang berbahasa Belanda dilarang beredar. Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai pelajaran utama, sedangkan bahasa Jepang dijadikan sebagai bahasa wajib. Dengan semakin meluasnya penggunaan bahasa Indonesia, komunikasi antarsuku di Indonesia semakin intensif yang pada akhirnya semakin merekatkan keinginan untuk merdeka. Pada 1 April 1943 dibangun pusat kebudayaan di Jakarta, yang bernama “Keimin Bunka Shidoso”.

§ Pada tanggal 20 Oktober 1943 atas desakan dari beberapa tokoh Indonesia didirikanlah Komisi (Penyempurnaan) Bahasa Indonesia. Tugas Komisi adalah menentukan terminologi, yaitu istilah-istilah modern dan menyusun suatu tata bahasa normatif dan menentukan kata-kata yang umum bagi bahasa Indonesia. Berdirinya Komisi Penyempurnaan Bahasa Indonesia itu pada akhirnya berhasil mengkodifikasi 7.000 istilah bahasa Indonesia modern (saat itu).

§ Jepang mendirikan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) tanggal 1 April 1943 di Jakarta. Fungsi lembaga ini mewadahi aktivitas budayawan Indonesia.

§ Jepang membentuk Persatuan Aktris Film Indonesia (Persafi). Persafi mendorong artis-artis profesional dan amatir Indonesia bereksperimen dengan mementaskan lakon-lakon terjemahan bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sandiwara, sebagai salah satu bentuk seni peran, juga berkembang di bawah pendudukan Jepang karena sebelum Perang Pasifik, pertunjukan sandiwara hampir tidak dikenal di Indonesia.

§ Mendirikan sekolah-sekolah seperti SD 6 tahun, SMP 9 tahun, dan SLTA

§ Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nippon sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.



Militer :
§ Jepang dengan terprogram melatih dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia demi kepentingan Jepang pada awalnya, namun oleh pemuda hal ini dijadikan modal untuk berperang.

§ Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh Jepang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu, banyak tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang yang dikuasai oleh pejuang Indonesia.

Sosial :

§ Munculnya sikap persatuan untuk mengusir penjajahan

§ Sejak pendudukan Jepang, tradisi kerja bakti secara massal melalui kinrohosi/ tradisi kebaktian di dalam masyarakat Indonesia juga berkembang. Adanya tradisi kebaktian, kerja keras dan ulet dalam mengerjakan tugas.

§ Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.

§ Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT) atau Tonarigumi.

Dampak Negatif Pendudukan Jepang

Politik :

§ Kegiatan politik dilarang dan semua organisasi politik yang ada dibubarkan.

§ Melarang semua jenis kegiatan rapat dan kegiatan politik.

Ekonomi :

§ Banyak militer Jepang yang mengambil secara paksa makanan, pakaian, dan perbekalan lainnya dari rakyat Indonesia secara paksa dan tanpa kompensasi.

§ Eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan perang Jepang.

§ Krisis ekonomi yang sangat parah. Hal ini dikarenakan dengan Disalurkannya uang pendudukan secara besar-besaran sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.

§ Akibat dari self sufficiency yang terputusnya hubungan antar daerah.

§ Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. Jepang menyita seluruh hasil perkebunan, pabrik, Bank dan perusahaan penting. Banyak lahan pertanian yang terbengkelai akibat titik berat kebijakan difokuskan pada ekonomi dan industri perang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi pangan menurun dan kelaparan serta kemiskinan meningkat drastis.

§ Jepang menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi pelanggaran yang sangat berat. Pengawasan tersebut diterapkan pada penggunaan dan peredaran sisa-sisa persediaan barang. Pengendalian harga untuk mencegah meningkatnya harga barang. Pengawasan perkebunan teh, kopi, karet, tebu dan sekaligus memonopoli penjualannya. Pembatasan teh, kopi dan tembakau, karena tidak langsung berkaitan dengan kebutuhan perang. Monopoli tebu dan gula, pemaksaan menanam pohon jarak dan kapas pada lahan pertanian dan perkebunan merusak tanah.

§ Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang). Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang. Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.

Budaya :

§ Pelarangan terhadap buku-buku berbahasa Belanda dan Inggris yang menyebabkan pendidikan yang lebih tinggi terasa mustahil.

§ Banyak guru-guru yang dipekerjakan sebagai pejabat-pejabat pada masa itu yang menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.

§ Adanya pemaksaan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang agar masyarakat Indonesia terbiasa melakukan penghormatan kepada Tenno ( Kaisar) yang dipercayai sebagai keturunan dewa matahari ( Omiterasi Omikami). Sistem penghormatan kepada kaisar dengan cara membungkukkan badan menghadap Tenno, disebut dengan Seikeirei. Penghormatan Seikerei ini, biasanya diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang ( kimigayo).

Militer :

§ Pelanggaran HAM. Karena militer Jepang akan menghukum dengan Keras orang-orang yang menentang Jepang.

Sosial :


§ Pada masa Jepang banyak rakyat Indonesia yang dipaksa menjalani romusha. Mereka dipaksa bekerja keras tanpa diberi upah dan makanan. Pengerahan tenaga kerja secara paksa dengan kondisi yang sangat menyedihkan untuk membangun infrastruktur perang Jepang.

§ Terjadinya perbudakan wanita (yugun ianfu). Banyak wanita muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi militer Jepang.

§ Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independen, semuanya dibawah pengawasan Jepang.

§ Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi yang parah seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain.